5 Jenis Bahan Atap untuk Pembuatan Kanopi yang Paling Awet

Ketika Anda membeli sebuah rumah di perumahan, sebagian besar bentuknya memiliki carport yang belum dilengkapi dengan atap. Oleh karena itu Anda sebagai pemilik rumah harus membuat kanopi sendiri. Justru kesempatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, karena Anda bisa memilih jenis atap kanopi sendiri. Seperti kanopi kaca, kanopi dari kayu, atau bahkan dari kain.

Jenis Bahan Atap untuk Pembuatan Kanopi

Tak hanya rumah saja, beberapa bagian bangunan lain misalnya saja pintu masuk pada gedung perkantoran juga membutuhkan kanopi. Berbagai desain dan jenis bahan atap bisa digunakan. Anda hanya perlu memilih jenis bahan yang paling awet dan harganya sesuai dengan kantong. Apakah Anda akan memilih kanopi kaca atau justru memilih kanopi kain? Tentunya pemilihan bisa diketahui jika mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Bahan Atap yang Awet untuk Kanopi Bangunan

Jenis bahan atap untuk kanopi apakah yang Anda ketahui? Pada saat memilih bahan ini ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan yaitu mampu menciptakan udara yang tidak panas dan melindungi ruang di bawahnya dari hujan. Fungsinya juga untuk menambah tampilan indah dari bangunan itu sendiri.

Kedua fungsi utama inilah yang membuat Anda harus lebih teliti lagi ketika memilih bahan kanopi. Berikut beberapa jenis bahan untuk pembuatan kanopi yang bisa Anda pilih.

  • Polycarbonate

Polycarbonate

Bahan ini adalah yang paling sering digunakan, walaupun ada beberapa perawatan yang harus diperhatikan. Seperti pemberian lem pada bagian sambungan agar tidak terjadi kebocoran. Jika Anda merawat kanopi polycarbonate dengan baik maka dapat bertahan hingga kurang lebih lima tahun. Ada banyak pilihan warna untuk kanopi jenis ini, dan bahan ini dapat ditembus cahaya hanya 40% yang membuat ruangan akan lebih sejuk.  Bobotnya ringan dan mudah untuk dipasang.

  • Kaca

Kaca

Material yang kuat dan dijamin awet bahkan lebih dari lima tahun. Jenis kaca yang digunakan adalah tempered glass karena ketahanannya terhadap benturan, goresan dan perubahan cuaca. Kaca tempered sangat kuat sehingga tidak mudah pecah. Jika ingin menggunakan kanopi kaca perhatikan ketebalan kaca yang digunakan, setidaknya tebal minimal adalah 12 mm. Perawatan kaca juga tidak sulit sama seperti perawatan kaca pada umumnya.

  • UPVC

UPVC

Jenis bahan ketiga yang bisa dipertimbangkan adalah UPVC. Kanopi UPVC ini mampu bertahan hingga 15 tahun karena tahan terhadap hujan deras dan akan meredam suara. UPVC juga tahan terhadap beban berat mencapai 150 kg. Perawatan UPVC juga mudah, Anda tidak perlu melapisi ulang lem pada bagian sambungan. Pemasangan kanopi UPVC juga sangat mudah.

  • Spandex

Spandex

Kanopi dengan atap ini bersaing dengan kanopi polycarbonate. Pembuatan rangkanya menggunakan baja ringan. Atap ini terbuat dari bahan seng dan aluminium yang memiliki kandungan zincalum. Jadi tidak akan muncul efek karat pada permukaannya walaupun sering terkena hujan dan panas. Tak ada perawatan seperti mengelem ulang sehingga atap ini bisa bertahan 15 hingga 20 tahun lamanya.

  • Membran

Membran

Kanopi ini cukup mahal tetapi yang paling awet, dan bisa bertahan hingga 30 tahun. Bahan pembuatannya adalah kain membran. Harganya yang mahal membuat pemasangannya pun mahal karena ada beberapa bagian seperti strukturnya yang hanya bisa dikerjakan oleh tukang yang profesional. Anda tidak bisa menggunakan jasa tukang biasa, oleh karena itu tipe kanopi ini hanya digunakan pada rumah-rumah elit.

Jadi, apakah jenis kanopi yang akan digunakan? Apakah ingin memilih kanopi kaca yang awet dan memiliki nilai estetis atau memilih kanopi spandex yang harganya lebih mudah pemasangannya.